Tutorial Cara Instal ulang

Tutorial Cara Instal ulang Disini saya memberikan cara intall ulang menggunakan windows 7

Afdal Dinil Haq Rabu, 28 Oktober 2015
Tutorial Membuat Bootable Windows 7menggunakan Power ISO

Tutorial Membuat Bootable Windows 7 menggunakan Power ISO

Disini Saya akan menjelaskan membuat bootable Windows 7 menggunakan flasdisk untuk install ulang.

1. Teman-teman harus memiliki power ISO dulu.
2. Teman-teman harus mempunyai OS Windows 7 nya.
3. Teman-teman harus mempunyai Flasdisk yang kapasitasnya minimal 4GB.
4. Setelah itu teman-teman format dulu flasdisknya dengan cara, klik kanan pada flasdisknya, lalu klik Format, lalu di bacaan File system teman ganti menjadi FAT32(Default), yang lainnya ga usah di ganti, lalu klik Start, truss ok,tampil bacaan Format Complete, truss ok, sekarang flasdisk taman sudah siap di jadikan bootable
5. Setelah teman-teman mempunyai semuanya, kemudian buka Power ISO nya dan jangan lupa colokan flasdisk.
6.Di power iso teman-teman klik menu Tools, lalu klik Create Bootable USB Drive, contohnya seperti gambar di bawah ini :


7. setalah itu tampil gambar seperti di bawah ini :
Di bagian kolom Source Image File, teman teman buka, dan cari OS Windows 7 yang teman-teman simpan, yang berformat power ISO, kalau blum punya teman-teman download dulu OS Windows 7 nya.
Dibagian kolom Destination USB Drive, itu nama flasdisk teman-teman.
Setelah itu Klik Start. Truss ok
8. Lalu mucul gambar seperti dibawah ini, tunggu saja, proses membuat bootable sedang berjalan :
9.Setelah selesai, muncul gambar seperti di bawah ini klik ok, lalu klik lagi close:
10. Nah sekarang flasdik teman-teman sudah siap dijadikan bootable windows 7 untuk install ulang, gambarnya seperti di bawah ini :
Untuk cara install ulang Windows 7 nya taman-teman, klik link yang ini
Terimakasih teman-teman telah mengujunggi blog saya ^_^.

Afdal Dinil Haq Selasa, 06 Oktober 2015
Tips Melamar Kerja

Tips Melamar Kerja

1. Persiapan
2.Pakaian Rapi
3. Harus Percaya Diri
4. Harus pintar Matematika, hitung-hitungan, gesit dan benar
5. Di test mata harus siap
6. Wawancara harus pandai ngobrol
7. Harus mengguasai bidang komputer, Microsoft Office (Microsoft Word, Exel, Power Point,     Mengetik Cepat, Jago Bahasa Inggris)

Sekian Pengalaman Saya Ketika Waktu itu Interview Kerja Lowongan Jadi ADM di sebuah Pabrik

Afdal Dinil Haq Senin, 03 Agustus 2015
Perbedaan Dan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin

Perbedaan 6 Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin

 

Secara alami apa yang terjadi didunia ini mengikuti hukum alam, yaitu sebab akibat. Kecuali jika ada penetrasi dari luar maka hukum tersebut tidak berlaku. Namun anda harus secara terus menerus memberikan pengaruh dari luar tersebut tanpa henti. Begitu pengaruh dari luar dihilangkan, maka akan kembali mengikuti hukum alam.
Begitu pula manusia juga tunduk terhadap hukum alam. Maka apa yang kita tabur, itulah yang akan kita petik. Apa yang kita lakukan itulah yang akan diterima.

Dengan mengikuti hukum tersebut, kita dapat mempelajari , kenapa seseorang menjadi kaya, sementara yang lain miskin. Setelah diamati ternyata ada perbedaan perilaku atau kebiasaan yang menyolok antara orang kaya dan orang miskin. Dan kebiasaan-kebiasaan itulah yang menyebabkan seseoarng menjadi kaya. Dengan demikan jika anda melakukan kebiasaan-kebiasan tersebut maka anda berada pada jalur yang benar menuju keberlimpahan harta.

Setidaknya ada 6 kebiasaan yang dilakukan oleh orang kaya yang tidak dilakukan oleh orang miskin, yaitu

1. Menunda kenikmatan,

Orang kaya mampu menunda menikmati apa yang mereka peroleh untuk mendapatkan yang lebih besar. Kita sering mendengar bagaimana perjuagan orang non pribumi sehingga mereka mampu menguasai perekonomian kita. Ketika mereka masih dibawah mereka cukup makan bubur seadanya walaupun sebenarnya mereka mampu untuk makan yang lebih mewah. Mereka juga rela hidup dirumah yang sempit, meskipun mereka mampu tinggal dirumah yang lebih besar. Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin membangun atau mengembangkan pendapatan yang lebih besar lagi. Mereka ingin menjadi kaya bukan kelihatan kaya.Nanti pada saatnya, baru mereka menikmati apa yang diusahakan selama ini.

Kebiasaan ini berbeda dengan orang pribumi yang kebanyakan miskin. Orang pribumi jika memperoleh penghasilan, bingung ingin segera membelanjakannya. Membeli baju baru, membeli TV yang lebih besar, membeli kendaraan dan lain sebagainya yang sifatnya konsumtip.
Ini semua mereka lakukan karena mereka ingin segera menikmati apa yang diusahakannya. Atau mereka ingin segera dipandang sebagai orang yang berhasil atau kaya. Namun pada akhirnya kehidupan mereka bukannya terus membaik tetapi sebaliknya justru malah menurun atau mandek. Karena mereka tidak berusaha membangun atau mengembangkan pendapatan dari hasil yang mereka peroleh. Tetapi hasil yang diperoleh habis untuk belanja barang konsumtip untuk memenuhi keiinginannya biar kelihatan kaya.

2. Kerja keras

Orang kaya sanggup dan mampu bekerja keras, karena mereka paham akan hukum alam. Siapa yang menabur akan menuai. Siapa yang menabur banyak akan menuai banyak. Dengan demikian siapa yang kerja keras akan mendapatkan hasil yang banyak.

Sementara orang miskin berpikir sebaliknya. Mereka inginnya kerja sedikit tetapi menedapatkan hasil yang besar. Mereka tidak mau diserahi tanggung jawab yang besar, tetapi mereka ingin gajinya terus naik. Meskipun mereka kerja banting tulang memeras keringat, karena mereka kerja kasar, seperti buruh bangunan atau buruh pabrik, mereka bukan kerja keras, namun sebenarnya mereka adalah pemalas. Mereka malas berpikir, malas mengembangkan kariernya dan malas menerima tanggungjawab yang lebih besar. Akhirnya mereka menerima kariernya mandek. Jika ada orang mempertanyakan tentang sikapnya itu mereka menyalahkan pihak lain.

3. Hemat

Orang kaya itu hemat, sementara orang miskin itu boros. Kelihatanya pernyataan kurang tepat. Namun begitulah kebenarannya. Orang dikatakn boros apabila sebagain besar atau seluruh penghasilannya habis dibelanjakan. Jika seseorang mempunyai penghasilan Rp. 1000.000,;perbulan dan semuanya habis dibelanjakan maka dia itu dikatakan boros. Sebaliknya jika seseorang mempunyai penghasilan 10 milyar perbulan lalu mereka membeli BMW seharga 1,5 Milyar, dia tidak dikatakan boros. Walaupun yang dibelanjakan nilainya besar namun pendapatannya jauh lebih besar.
Orang kaya dalam membelanjakan uangnya, selalu dikaitkan dengan segi manfaat dan keuntungan. Semantara orang miskin mementingkan gengsi.

4. Tidak mudah merasa puas.

Ada perbedaan antara merasa puas dan bersyukur. Merasa puas terkesan akan mandek dan tidak mau berusaha lagi. Sementara bersyukur, terkesan menerima hasil yang diperoleh dengan senang hati, namun tetap berusaha , bekerja dan berjuang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar lagi.

Kadang pemahaman kita salah, orang kaya itu rakus dan serakah dan orang miskin itu menerima dan mengalah. Apa benar demikian?

5. Menghargai uang sekecil apapun.
Sepintas kebiasaan yang kelima ini sama dengan hemat atau kebiasaan ketiga. Tetapi sebenarnya berbeda. Perbedaannya adalah hemat berkaitan dengan pengeluaran uang sedangkan menghargai uang sekecil apapun, berkaiatan dengan pendapatan.
Orang miskin perpendapat buat apa uang satu rupiah atau dua rupiah, bikin capek saja. Namun orang kaya berpendapat, jika uang seperak dikalikan 1 juta maka akan jadi besar. Atau uang Rp 9999 tidak dikatakan Rp 10.000, walau kurang 1 rupiah saja.

6. Tidak malu, kerja apapun akan dikerjakan tidak pilih-pilih
Orang kaya tidak mengenal malu mengerjakan sesuatu jika itu baik, halal dan mengahasilkan. Namun orang miskin, pilih-pilh dan mengutamakan gengsi. Karena itu kebanyakan orang miskin itu bekerja. Mereka pikir bekerja itu lebih terhormat apalagi jika memiliki jabatan. Saya mempunyai teman seorang mantan direktur suatu perusahaan. Karena perusahaannya bangkrut maka terkena PHK. Karena usianya sudah cukup berumur maka dia mengalami kesulitan mencari kerja ditempat lain. Akhirnya memutuskan untuk usaha sendiri. Walaupun usahanya cukup lumayan, tetapi dia tidak merasa puas, apalagi jika ditanya anaknya. “ Bapak ini kerja apa sih dan jabatanya apasih. Kok dirumah terus.” Hatinya terasa teriris-iris.
 
 
 

Afdal Dinil Haq Kamis, 16 Juli 2015